Rupiah menyentuh 16.000 USD
Tetiba membuka twitter dan dikejutkan dengan trending hari ini dimana Nilai Rupiah menembus angka 16.000 USD.
Tapi dibalik itu semua lebih terkejut lagi dengan rupa-rupa komentar dari Netizen si MAHA BENAR! yang seolah - olah kesalahan hanya berasal dari satu pihak semata (pemerintah).
Coba deh diintropeksi mas mba nya. Masih hobi plesiran ke LN ga? yang simpel aja deh PBB sama pajak mobil dan kendaraannya sudah dibayar lunas ga?. Hayoo loh
Berbicara terkait perekomian Indonesia, di tahun 2019 lalu terjadi perang dagang global antara Tiongkok dan AS tak mau kalah perang dagang juga dilakukan oleh jepang dan korsel.. hal ini tentunya berimbas langsung kepada kegiatan ekspor bahan baku, pasar modal, hingga perekenomian yang kian collapse.
Ditambah lagi ditahun 2020 ini status lockdown negara Tiongkok yang disusul merebaknya isu covid-19 di jepang, korsel, hingga AS. ya gimana makin terpuruk.. Pemerintah tentunya sudah Mengupayakan tapi kembali lagi ada bencana global yang ga bisa terelakan.
Kamu pikir bikin kebijakan enak apa? bukan dgn ada masalah lalu detik itu juga bereaksi dan bikin keputusan..no no itu cara yang sangat tidak bijak layaknya bocah ingusan labil yang kena senggol dikit langsung bacok. Butuh waktu untuk merumuskan kebijakan. Dan walaupun kebijakan dah terbentuk ga serta merta akan berhasil tanpa adanya sinergi dari dua belah pihak yaitu masyarakat dan pemerintah.
please observasi, pahami, baru bereaksi. pahamkan maksud saya apa
Tapi dibalik itu semua lebih terkejut lagi dengan rupa-rupa komentar dari Netizen si MAHA BENAR! yang seolah - olah kesalahan hanya berasal dari satu pihak semata (pemerintah).
Coba deh diintropeksi mas mba nya. Masih hobi plesiran ke LN ga? yang simpel aja deh PBB sama pajak mobil dan kendaraannya sudah dibayar lunas ga?. Hayoo loh
Berbicara terkait perekomian Indonesia, di tahun 2019 lalu terjadi perang dagang global antara Tiongkok dan AS tak mau kalah perang dagang juga dilakukan oleh jepang dan korsel.. hal ini tentunya berimbas langsung kepada kegiatan ekspor bahan baku, pasar modal, hingga perekenomian yang kian collapse.
Ditambah lagi ditahun 2020 ini status lockdown negara Tiongkok yang disusul merebaknya isu covid-19 di jepang, korsel, hingga AS. ya gimana makin terpuruk.. Pemerintah tentunya sudah Mengupayakan tapi kembali lagi ada bencana global yang ga bisa terelakan.
Kamu pikir bikin kebijakan enak apa? bukan dgn ada masalah lalu detik itu juga bereaksi dan bikin keputusan..no no itu cara yang sangat tidak bijak layaknya bocah ingusan labil yang kena senggol dikit langsung bacok. Butuh waktu untuk merumuskan kebijakan. Dan walaupun kebijakan dah terbentuk ga serta merta akan berhasil tanpa adanya sinergi dari dua belah pihak yaitu masyarakat dan pemerintah.
please observasi, pahami, baru bereaksi. pahamkan maksud saya apa
Komentar
Posting Komentar